Senin, 09 Mei 2011

-

Senin, 04 Januari 2010


Sebelumnya 


Arti Pekataan Sejarah.


Kita maksud dengan “sejarah” disini ialah terjemahan dari perkataan :

SIIRATUN

Artinya perjalanan hidup, atau dari perkataan


SAJARATUN


Artinya tumbuh-tumbuhan, yang tumbuh, atau silsilah.

YAUMUN Jamaknya AYYAMUN,

yang berarti peredaran seperti satu hari adalah satu kali bumi berputar pada sumbunya dalam peredaran disekitar matahari.


Dihubungkan dengan Iman, menjadi sejarah lama, ialah perkembangan, peredaran atau perjalanan Iman disepanjang kehidupan manusia dipermukaan bumi ini.

Dalam arti Iman secara khusus, maka isi dari sejarah Iman merupakan dialog antara Nur ms Rasul ( S. Fath 29) dan dz ms syayathin ( al-A’raf 24).

Dan sorotan utama disini, berdasar titik tolak kenyataan hidup nabi Muhammad SAW (sunnah rasul) yang berlandaskan al-Qur’an ialah sepeninggalan Nabi Muhammad SAW dan khulafaur rasyidin, terutama sepeninggalan Umar bin Khattab ra sampai dengan akhir abad ke-20 M yang sekarang ini sudah bagaikan satu siklon tropis yang pasti membadaikan kilat Guntur dan hujan abad ke-21 yang luar biasa kelak.

Prinsip sejarah, dirumuskan oleh Surat 021 Al Anbiyaa ayat 104 demikian :







Yauma nathwis samaa-a kathayyissijilli lil kutubi kamaa bada'naa awwala khal’ qin nu'iiduhuu wa'dan 'alainaa innaa kunnaa faa'iliin


Artinya :


104. “Menjadi giliran sejarah tegaknya al-Qur’an ms Rasul kurun kedua adalah, seperti halnya Kami pada sa’ah kubra menggulung semesta angkasa (permukaan luarnya menggulung kedalam sehingga isi dalamnya menghampar menjadi suatu permukaan) begitu isi al-Qur’an ms Rasul yang telah disembunyikan kelak akan Kami pergelarkan menjadi kenyataan hidup kurun kedua. Ibarat halnya menutup dan membuka kembali suatu lembaran pembukuan, begitu akan Kami tutup pembukuan hidup al-Qur’an ms Rasul kurun kedua. Sebagaimana halnya Kami memulai pada awal penciptaan (sunnah Adam kedua), begitu Kami akan mengulangi al-Qur’an ms Rasul Muhammad kurun pertama menjadi kenyataan hidup al-Qur’an ms Rasul Muhammad kurun kedua. Menjadi satu janji pasti al-Qur’an ms Rasul Kami. Sesungguhnya Kami atas pilihan al-Qur’an ms Rasul, adalah Pembina pelaku hidup tiada tanding”.

104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.



Khusus terhadap pilihan dz ms sy, secara umum, Surat 037 Ash Shaffat ayat 60-74 menggambarkan demikian :







 
Inna haadzaa la huwal fauzul 'azhiim


Artinya :

60. “Sesungguhnya yang begini (alternative Nur ms Rasul dan atau dzulumat ms syayathin) adalah Pembina kehidupan menang lagi agung tiada tanding”.

60. Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.






 
Li mitsli haadzaa fal ya'malil 'aamiluun

 
Artinya :


61. “Menurut model beginilah maka semua pelaku mengerjakan satu kehidupan!”.

61. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.









A dzaalika khairun nuzulan am syajara-tuz zaqquum

 
Artinya :


62. “Apakah mau nur (khair) ms Rasul sebagai yang mengujudkan kehidupan bahagia, ataukan dzulumat ms syayathin yang mengakibatkan kehidupan buah simalakama.

62. (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.







 

Innaa ja'alnaahaa fitnatal lizh zhaalimiin


Artinya :


63. “Sesungguhnya Kami (Allah) membikin yang demikian (dz ms sy) menjadi satu kehidupan fitnah bagi pendukung-pendukung dz ms syayathin”.

63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.








Innahaa syajaratun takhruju fii ashlil jahiim


Artinya :


64. “Sebenarnya yang demikian itu adalah ibarat sejenis pohon yang berakar tunggang kedalam jahannam”.

64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jahim.








Thal'uhaa ka annahuu ru-uususy syayaa-thiin


Artinya :


65. “Peradaban yang demikian (dz ms sy) adalah bagaikan pameran tengkorak dari badan syaithan yang tidak pernah kelihatan”.

65. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.









Fa innahum la aakiluuna minhaa fa maa-li-uuna minhal buthuun


Artinya :


66. “Maka sebenarnya yang demikian itu (pendukung peradaban dz ms sy), penaka pemakan semacam makanan yang semakin dimakan niscaya tidak pernah merasa kenyang “

66. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.








Tsumma inna lahum 'alaihaa la syaubam min hamiim


Artinya :


67. “Maka sebenarnya yang demikian itu (pendukung peradaban dz ms sy), atas hal yang demikian, bagaikan buih diair mendidih dari rebusan dz ms syayathin”.

67. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.








Tsumma inna marji'ahum la ilal jahiim


Artinya :


68. “Akhirnya bahwa kesudahannya mereka itu (pendukung dz ms sy), adalah benar-benar satu kehidupan jahannam yang demikian pedih tiada tanding”.

68. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.







Innahum alfau aabaa-ahum dhaalliin.


Artinya :


69. “Sebenarnya mereka itu (pendukung dz ms sy) adalah mengikuti tradisi nenek moyangnya yang menjadi pendukung dz ms sy”

69. Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat.








Fa hum 'alaa aatsaarihim yuhra'uun


Artinya :


70. “Maka mereka itu (pendukung dz ms sy) adalah yang maju berderap atas jejak nenek moyang mencapai buntung”.

70. Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.









Wa laqad dhalla qablahum aktsarul awwaliin


Artinya :


71. “Dan sungguh sebenarnya, sebelumnya mereka itu, massal terdahulu telah berlaku dz ms syayathin”.

71. Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,






 
Wa la qad arsalnaa fiihim mundziriin


Artinya :


72. “Dan sungguh sebenarnya Kami (Allah) telah mengutus berbagai missi Nur ms Rasul dikalangan mereka sendiri untuk member peringatan terhadap pilihan dz ms sy”.


72. dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.









Fanzhur kaifa kaana 'aaqibatul mundza-riin


Artinya :


73. “Maka lihatlah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul ini, betapa akibatnya mereka yang membangkang missi Nur ms Rasul dari pilihan dz ms sy”.


73. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.









Illaa 'ibaadallaahil mukhlashiin.


Artinya :

74. “Sebaliknya (lihatlah) abdi-abdi kehidupan dengan ajaran Allah ms Rasul-Nya yang tanpa tedeng aling-aling”.

74. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa tidak akan diazab).


Demikianlah sejarah menurut al-Qur’an dengan pembuktian sunnah Rasul.

Maka dengan pembuktian diatas kita rumuskan bahwa prinsip sejarah adalah total laku perbuatan manusia yang terus menerus dan sambung menyambung atas prinsip yang sama (alternative Nur ms Rasul dan atau dz ms sy) oleh muka yang berlain-lainan dalam waktu yang berbeda-beda dipermukaan bumi ini hingga mencapai satu kesudahan terakhir.


Data Sejarah Sket

Sejarah Iman
Dengan sket diatas menjadi tergambar bahwa jalannya sejarah hidup seumumnya adalah derap langkah Nur ms Rasul yang terputus-putus setelah wafatnya pribadi masing-masing Rasul dan pendukung utamanya yang ditingkahi oleh alternative dzulumat ms syayathin yang sambung menyambung dari hasil aduk-adukan Nur dz dan atau penyelewengan dz ms sy, kesemuanya, baik Nur ms Rasul maupun dz ms sy masing-masing menuju kedalam satu kesudahan terakhir.

Nur ms Rasul dengan hasil hasanah atau jannah didunia, akan berkesudahan kedalam husnul khatimah dengan mana kelak diakhirat akan mendapat kebangkitan menjadi hasanah atau jannah di akhirat.

Sebaliknya, dz ms sy, baik yang aduk-adukan Nur-dzulumat maupun penyelewengan dz ms sy dengan hasil kehidupan jahat (sayyi-at), akan berkesudahan kedalam su-ul khatimah dengan mana akan mendapat kebangkitan kedalam jahannam atau adzabun alim diakhirat kelak.

Semua manusia dipersilahkan melakukan alternative antara pilihan Nur ms Rasul dan atau pilihan dz ms syayathin.

Dengan begitu maka Allah, dengan satu ajaran (wahyu) ms Rasul-Nya, memulai kepastian sejarah ms Rasul Nabi Adam as, oleh Surat 007 al-A’raf ayat 11 - 25 menjelaskan demikian :









Wa la qad khalaqnaakum tsumma shaw-warnaakum tsumma qulnaa Hi malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa lam yakum minas saajidiin


Artinya :

11. “Dan sungguh sebenarnya Kami (Allah), seperti telah mencipta kalian manusia, selanjutnya merupakan kalian, begitu seterusnya Kami, dengan satu ajaran ms Rasul Kami, membudayai kalian seraya menitahkan : “Tegakkanlah yang demikian menjadi satu kehidupan ms Nabi Adam”. Maka para malaikat siap berpartisipasi kecuali iblis, dia tidak mau menjadi golongan yang berpartisipasi tanpa tedeng aling-aling”.

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.








 
Qaala maa mana'aka allaa tasjuda idz amartuka qaala ana khairum minhu khalaqtanii min naariw wa khalaqtahuu min thiin.


Artinya :


12. “Dia, atas ajaran Nur dan dzulumat ms Rasul Adam, bertanya : “Apa gerangan yang mencegah bahwa kalian itu tidak mau berpartisipasi jika Saya memerintahkan kalian untuk demikian?!. Dia (iblis) menyatakan jawaban : “Menurut subyektif saya adalah lebih enak daripada alternatif obyektif ms Rasul, sebagaimana halnya Anda telah mencipta saya dari rumusan Nur dan dia dari rumusan Tin”.

12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".









Qaala fah bith minhaa fa maa yakuunu laka an tatakabbara fiihaa fakh ruj inna-ka minash shaaghiriin


Artinya :

13. “Dia menandaskan : “Maka silahkan kalian menyimpang dari yang demikian (alternatif Nur dan dz ms Rasul Adam). Selanjutnya bagi kalian yang berlaku angkuh atas pilihan dz ms sy tidak ada tempat didalamnya (pilihan Nur ms Rasul Adam). Maka nyahlah : sesungguhnya kalian adalah golongan yang saling nista atas pilihan dz ms syayathin”.

13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".








Qaala anzhirnii ilaa yaumi yub'atsuun


Artinya :


14. “Dia (iblis) menyatakan pinta : “Perkenankanlah saya, dengan alternatif dz ms sy, memenuhi satu perjalanan sejarah hingga mendapat kebangkitan kembali kelak menurut pilihan masing-masing”.


14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".








Qaala innaka minal munzhariin


Artinya :


15. “Dia (Allah) menyatakan izin-Nya : “Sungguh kalian adalah yang mendapat kesempatan atas pilihan dz ms syayathin”.

15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."








Qaala fa bi maa agwaitanii la aq'udanna lahum shiraathakal mustaqiim

Artinya :

16. “Dia (iblis) menyatakan sikap : “Maka menurut apa yang Anda mengizinkan dzulumat menjadi pandangan hidup ngawur untuk hidup saya, niscayalah saya akan ngawurkan penataan hidup Nur yang Anda telah ajarkan ms Rasul Anda yang demikian tangguh tiada tanding”.


16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,









Tsumma la aatiyannahum mim baini ai-diihim wa min khalfihim wa 'an aimaa-nihim wa 'an syamaa-ilihim wa laa taji-du aktsarahum syaakiriin


Artinya :

17. “Seterusnya saya (iblis) dengan pilihan dz ms sy sungguh akan menggusur mereka menjadi mau hidup menurut yang demikian itu dari depannya, dari belakangnya, dari kiri maupun dari kanannya, sehingga Anda akan mendapati bahwa massal manusia yang demikian itu adalah yang tidak pernah hidup bersyukur dengan Nur ms Rasul”.

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).








 

Qaalakh ruj minhaa madz-uumam mad-huural la man tabi'aka minhum la amla-anna jahannama minkum ajma'iin


Artinya :


18. “Dia (Allah) menegaskan : “Nyahlah kalian dari yang demikian ( Nur ms Rasul) kearah dz ms sy menjadi kehidupan saling hina lagi saling nista atas pilihan dz ms sy. Sungguh yang mengikuti kalian, dengan pilihan dz ms sy itu, pasti kelak akan Saya jerumuskan golongan kalian yang demikian kedalam jahannam semuanya”.

18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".









Wa yaa aadamus kun anta wa zaujukal jannata fa kulaa min haitsu syi'tumaa wa laa taqrabaa haadzihisy syajarata fa takuunaa minazh zhaalimiin


Artinya :


19. “Maka wahai Adam ! Silahkan anda dan sejawat anda, atas pilihan Nur ms Rasul, membangun satu kehidupan yang bagaikan taman merindangkan panen, maka dipersilahkan anda dan sejawat anda hidup bersantap dari sudut yang kalian mengingininya atas pilihan Nur (sebagai mutawakkilun) ms Rasul, dan janganlah kalian hidup bertanggapan simalakama dz ms syayathin, sehingga akhirnya kalian menjadi pendukung dz ms sy”.

19. (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".










 
Fa waswasa lahumasy syaithaanu li yubdiya lahumaa maa wuuriya 'anhumaa min sau-aatihimaa waqaala maanahaa-kumaa rabbukumaa 'an haadzihisy sya-jarati illaa an takuunaa malakaini au takuunaa minal khaalidiin


Artinya :

20. “Maka syaithan, atas pilihan dz ms sy, mengombang ambingkan kehidupan keduanya atas pilihan Nur ms Rasul Adam guna membangkitkan bagi keduanya perihal kehidupan jahat dari pilihan dz ms sy yang telah terpendam dari keduanya, yaitu dia (syaithan) berkata : “Tidak adalah pembimbing kalian mencegah kedua kalian perihal kehidupan dinamis dari pilihan simalakama dz ms sy kecuali agar kedua kalian menjadi kayak malaikat atau menjadi golongan statis-apatis”.

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)".







Wa qaasamahumaa innii lakumaa la minan naashihiin


Artinya :


21. “Dia (syaithan) bersumpah kepada keduanya : “Sesungguhnya saya, bagi kedua kalian, sungguh menjadi penasehat terjamin”.

21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",










 

Fa dallaahumaa bi ghuruurin fa lammaa dzaaqasy syajarata badat lahumaa sau-aatuhumaawa thafiqaa yakhshifaani 'alaihimaa miw waraqil jannati wa naa-daahumaa rabbuhumaa a lam anha-kumaa 'an tilkumasy syajarati wa aqul lakumaa innasy syaithaana lakumaa 'aduwwum mubiin


Artinya :

22. “Selanjutnya dia (syaithan) menggiring keduanya dengan mulut manis. Maka manakala keduanya telah mantap dengan simalakama dz ms sy niscaya kehidupan jahatpun muncul bagi hidup keduanya. Akhirnya keduanya mulai menyadari kembali lembaran kehidupan Nur ms Rasul yang bagaikan taman merindangkan kepuasan. Akhirnya atas setetes kesan Nur ms Rasul pembimbingnya mengumandangkan lagi seruan ms Rasul, telah melarang kedua kalian perihal pilihan simalakama dz ms sy dan Saya katakan bagi kedua kalian bahwa syaithan dengan pilihan dz ms sy bagi kedua kalian adalah musuh yang demikian terang”.

22. maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"









Qaalaa rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il lam taghfir lanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriin


Artinya :


23. “Keduanya menjawab : “Wahai pembimbing kami ! Kami telah mendzulumatkan diri kami dengan pilihan dz ms sy. Dan jikalau Anda tidak berkenan merevolusikan diri kami, yaitu melimpahkan kami satu kehidupan saling kasih saying atas pilihan Nur ms Rasul niscayalah kami akan menjadi golongan yang merugikan sepenjuru kehidupan”.

23. Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".








Qaalah bithuu ba'dhukum li ba'dhin 'a-duwwuw wa lakum fil ardhi mustaqar-ruw wa mataa'un ilaa hiin


Artinya :


24. “Dia, atas alternatif Nur dan dz ms Rasul, menandaskan :”Silahkan kalian menyimpang kearah pilihan dz ms sy. Niscaya kalian satu terhadap yang lain menjadi saling baku hantam, yaitu bagi kalian yang demikian itu adalah terus menerus demikian disepenjuru permukaan bumi ini, yakni satu tingkah kehidupan hingga satu waktu yang telah ditentukan”.

24. Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".







Qaala fiihaa tahyauna wa fiihaa tamuu-tuuna wa minhaa tukhrajuun


Artinya :


25. “Dia (Allah) menegaskan lagi : “Disitulah (dibumi ini), atas alternatif Nur ms Rasul dan atau alternative dz ms sy, kalian dipersilahkan membangun satu kehidupan, juga disitu pula kalian akan dimatikan (husnul khatimah dan atau su’ul khatimah), yakni menurut itulah kalian akan dibangkit diakhirat kelak”.


25. Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.


Demikianlah, Adam telah memancang tonggak sejarah atau pilihan Nur ms Rasul, membangun satu kehidupan yang bagaikan taman merindang bermusuhan satu terhadap yang lain disepenjuru permukaan bumi ini yang selanjutnya berulang terus menerus dan sambung menyambung seperti diperinci didalam al-Qur’an ms Rasul menjadi sunnah Nabi Idris sebagai satu kebangkitan kembali atau perulangan kembali dari ajaran Nur ms Rasul Nabi Adam.

Seterusnya ajaran Nur ms Rasul Nabi Nuh adalah satu perulangan kembali dari ajaran Nur ms Rasul Idris.


Demikian ajaran Nur ms Rasul Nabi Shaleh, ajaran Nur ms Rasul Nabi Hud, ajaran Nur ms Rasul Nabi Luth.

Ajaran Nur ms Rasul Nabi Yunus, ajaran Nur ms Rasul Nabi Ayub, ajaran Nur ms Rasul Nabi Ilyas, ajaran Nur ms Rasul Nabi Syu’ib, ajaran Nur ms Rasul Nabi Ibrahim yang berkelanjutan menjadi sunah nabi Yakub dan sunnah Nabi Isma’il dan sunah nabi Ishaq, seterusnya menjadi sunnah nabi Yakub dan sunnah nabi Yusuf, akhirnya sunnah nabi ZulKifli dan sunnah nabi Ilyasa’, kesemuanya adalah kebangkitan kembali atau perulangan kembali ajaran Nur ms Nabi Nuh.


Selanjutnya ajaran Nur ms Rasul Nabi Musa yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Harun, adalah perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Ibrahim. Zabur ms Nabi Daud yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Sulaiman, adalah suatu perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Musa.

Ajaran Nur ms Nabi Zakariya yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Yahya adalah perulangan kembali dari Taurat ms Nabi Musa.

Injil ms Nabi Isa adalah satu perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Daud.


Begitu dengan sunnah nabi yang namanya tidak disebut didalam al-Qur’an ms Nabi Muhammad, masing-masing adalah satu perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Adam.


Akhirnya al-Qur’an ms Nabi Muhammad yang menjadi Nabi Akhir Zaman, yaitu yang menguasai dua kurun dimana kurun pertama pribadi nabi Muhammad SAW hidup ditengah-tengah masyarakatnya dan kurun kedua kelak dimana hanya al-Qur’an ms Rasul-Nya saja yang menentukan segala hingga akhir zaman nanti.


Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahwa, khusus garis sejarah Nur ms Rasul-rasul terdapat beberapa kontinuitas, seperti sunnah Nabi Ismail dan Nabi Ishaq ke sunnah Nabi Yakub dan Nabi Yusuf ............... selanjutnya sunnah Nabi Musa yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Harun, sunnah Nabi Daud yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Sulaiman, begitu dengan sunnah Nabi Zakariya yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Yahya.


Tetapi istimewanya al-Qur’an ms Rasul (Nabi Muhammad SAW), yang menguasai dua kurun masa ,Adalah kelanjutan yang terpisah oleh tingkah aduk-adukan Nur-dzulumat yang paralel dengan dzulumat ms syayathin. Hal mana mirip dengan kelanjutan yang terpisah antara sunnah Nabi Adam yang pertama dan yang kedua, sekalipun jangka waktu lamanya berbeda.


Sebaliknya garis sejarah dzulumat ms syayathin baik yang aduk-adukan Nur-dzulumat maupun penyelewengan dzulumat ms syayathin adalah sambung menyambung dari hasil aduk-adukan Nur-dzulumat dan atau penyelewengan dzulumat ms syayathin.

Sehingga sejarah dzulumat ms syayathin dapat dikatakan hanya revolusi balik nama belaka atas prinsip yang tetap sama atau kelanjutan cerita fatamorgana yang membikin gila musafir dahaga ( Surat 024 An Nuur ayat 39).


Demikianlah paralisisasi sejarah Nur ms Rasul dan dzulumat ms syayathin sebagai satu pembuktian atas prinsip sejarah yang diajukan oleh Surat 021 Al-Anbiya ayat 104.

Selanjutnya siapa yang menyebabkan terjadinya pergeseran sejarah dari Nur ms Rasul umumnya dan sepeningggalan Nabi Muhammad SAW khususnya? Jawabannya lihat pada uraian selanjutnya.


Faktor-faktor Pergeseran Sejarah Iman.

Surat 003 Ali Imran 137-148 mensinyalir faktor pergeseran sejarah Iman sepeninggalan Nabi Muhammad SAW, demikian :








 

Qad khalat min qablikum sunanun fa siiruu fil ardhi fan zhuruu kaifa kaana 'aaqibatul mukadzdzibiin


Artinya :


137. “Sungguh, sebelum kalian (Muhammad SAW, telah berlaku corak ragam perjalanan sejarah. Maka coba, jejalahi sepenjuru permukaan bumi ini sehingga lihatlah betapa akibatnya yang hidup melacur Nur-dzulumat ms syayathin”.


137. Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).







Haadzaa bayaanul lin naasi wa hudaw wa mau'izhatul lil muttaqiin


Artinya :

138. “Al-Qur’an ms Rasul ini adalah satu pembuktian Ilmiah untuk kehidupan manusia yakni satu pedoman hidup yaitu satu ajaran bagi yang hidup patuh tanpa tedeng aling-aling”.


138. (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.








 
Wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa an-tumul a'launa in kuntum mu'miniin


Artinya :


139. “Maka kalian atas pilihan Nur ms Rasul ini, jangan merasa rendah diri juga jangan berkecil hati. Sebaliknya kalian dengan al-Qur’an ms Rasul ini, adalah diatas segala jikalaulah kalian itu benar-benar hidup berpandangan dan bersikap menurut yang demikian”.

139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.












Iy yamsaskum qarhun fa qad massal qauma qarhum mitsluhuu wa tilkal ay-yaamu nudaawiluhaa bainan naasi wa li ya'lamallahul ladziina aamanuu wa yattakhidza minkum syuhadaa-a wal-laahu laa yuhibbuzh zhaalimiin


Artinya :


140. “Jikalaulah kalian, atas pilihan Nur ms Rasul ini, mengalami satu cacat niscaya yang demikian itu telah pernah mengenai bangsa mana saja. Yang demikian itu adalah corak ragam perjalanan sejarah yang Kami (Allah), atas satu pilihan Ilmu, memberi giliran diantara manusia. Yaitu guna Allah, dengan satu ajaran ms Rasul-Nya, meng-Ilmu-I mereka yang hidup berpandangan dan bersikap menurut demikian, yaitu Dia membikin diantara kalian menjadi pejuang dimedan laga. Dan Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, tidak menyukai pendukung dzulumat ms sy”

140. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,








Wa li yumahhishallaahul ladziina aamanuu wa yamhaqal kaafiriin


Artinya :

141. “Yaitu guna Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, menyaring mereka yang benar-benar hidup berpandangan dan bersikap dengan satu ajaran ms Rasul-Nya dan menghancurkan mereka yang atas pilihan dz ms syayathin, bersikap negatif terhadap yang demikian”.


141. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.








 
Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya'lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya'lamash shaabiriin


Artinya :

142. “Apakah kalian, atas pilihan Nur ms Rasul, mengira bahwa kalian akan memasuki tahap kehidupan yang bagaikan Taman Merindang kepuasan sebelumnya Allah memberikan kepastian Ilmiah ms Rasul-Nya diantara kalian yang sungguh-sungguh memperjuangkan yang demikian lagi yang teguh bertahan dalam keadaan yang bagaimanapun gentingnya?!”.

142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.









Wa la qad kuntum tamannaunal mauta min qabli an talqauhu fa qad ra-aitu-muuhu wa antum tanzhuruun


Artinya :

143. “Dan sungguh benar kalian, atas pilihan Nur ms Rasul, sebelumnya bercita-cita sampai tetesan darah penghabisan akan mendukungnya. Akhirnya kalian telah menyaksikan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya dan akan terus menerus menyaksikan”.

143. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.











Wa maa muhammadun illaa rasuulun qad khalat min qablihir rusulu a fa im maata au qutilan qalabtum 'alaa a'qaa-bikum wa may yanqalib 'alaa 'aqibaihi ; fa lay yadhurrallaaha syai-aw wa sa yaj zillaahusy syaakiriin


Artinya :

144. “Tidak ada kehidupan Muhammad itu (dalam dakwah al-Qur’an ms Rasul) kecuali patron kehidupan dari ajaran Allah yang sungguh sebelumnya telah berlaku berbagai sunnah Rasul. Maka apakah, jika dia telah mati atau terbunuh dimedan perang, niscaya kalian yang telah menyatakan memilih Nur ms Rasul balik kembali atas satu sistem sosial yang telah pernah menjerat kalian?!. Maka siapapun yang balik kembali atas sistem sosial yang telah penah menjeratnya itu niscaya yang demikian itu tidak saja akan merusak ajaran Allah ms Rasul-Nya menjadi sesuatu yang lain (malah merusak kehidupannya sendiri). Dan Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya akan memberikan imbalan kehidupan hasanah hanya bagi yang hidup merunduk menurut yang demikian”.

144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.












Wa maa kaana li nafsin an tamuuta ilia bi idznillaahi kitaabam mu-ajjalaw wmay yurid tsawaabad dun-yaa nu'tih minhaa wa may yurid tsawaabal aakhira nu' tihii minhaa wa sa najzisy syaakiriii


Artinya :

145. “Tidak adalah bagi setiap diri kecuali agar dia, atas satu pilihan Ilmu menyudahi hidupnya menurut izin Allah (alternatif Nur ms Rasul dan atau dzulumat ms syayathin) sebagai pembukuan diri yang merupakan kemungkinan gerak dalam satu ruang tertentu (ajal) didunia ini (untuk mendapat satu kebangkitan diakhirat kelak). Maka siapa yang atas pilihan dzulumat ms syayathin, mengingini imbalan kehidupan dari lingkungan dunia (defect atau reflect) niscaya Kami (Allah) akan mengujudkannya menjadi demikian. Sebaliknya siapa yang, atas pilihan Nur ms Rasul, mengingini imbalan kehidupan terakhir niscaya Kami (Allah) akan mengujudkannya menjadi demikian pula. Yaitu Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, kelak akan memberikan suatu imbalan bagi yang hidup merunduk menurut yang demikian”.


145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.










Wa ka ayyim min nabiyyin qaatala ma'ahuu ribbiyyuuna katsiirun fa maa wahanuu li maa ashaabahum fii sabiilil-laahi wa maa dha'ufuu wa mas takaanuu wallaahu yuhibbush shaabiriin


Artinya :

146. “Dan betapa dari setiap nabi, yang atas pilihan Nur ms Rasul-Nya itu, bertempur bersamanya berdivisi-divisi yang demikian banyaknya. Akhirnya mereka itu tidak pernah merasa lelah, juga tidak merasa hina. Maka Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, mencintai yang teguh bertahan dalam keadaan yang bagaimanapun gentingnya”.

146. Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.








Wa maa kaana qaulahum illaa an qaaluu rabbanagh fir lanaa dzunuubanaa wa is-raafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaa-manaa wan shurnaa 'alal qaumil kaafi-riin


Artinya :


147. “Dan tidak ada jawab mereka yang demikian itu kecuali menyatakan :”Wahai pembimbing kami maka, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul ini, revolusikanlah diri kami yang hidup serba salah yakni kehidupan rakus oleh permainan dz ms syayathin disepenjuru pelaksanaan hidup kami. Dan kukuhkanlah derap kehidupan kami atas pilihan Nur ms Rasul. Akhirnya, atas pilihan Nur ms Rasul ini, menangkanlah kami terhadap bangsa yang atas pilihan dz ms syayathin, bersikap negatif terhadap yang demikian”.


147. Tidak ada do`a mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".








 
Fa aataahumullaahu tsawaabad dun-yaa wa husna tsawaabil aakhirati wallaahu yuhibbul muhsiniin


Artinya :

148. “Maka Allah, atas pilihan Nur ms Rasul-Nya, mengujudkan mereka yang demikian menjadi imbalan kehidupan hasanah di dunia dan di akhirat kelak. Dan Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, mencintai yang bertujuan hidup ihsan”.

148. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Dari petikan ayat-ayat diatas, terutama pada ayat 144, kenyataan sejarah menjawab bahwa begitu Nabi Muhammad wafat maka serentak massal manusia yang telah menyatakan diri muslim berubah menjadi murtad dengan satu pemberontakan terhadap Madinah Munawwarah.

Namun dengan masih adanya “sekelompok kecil yang Iman-Nya membara”maka kesetimbangan sosial dari Madinatul Munawwarah tetap berjalan dalam garis Iman yang sebenarnya.


Surat 110 An Nashr ayat 1 – 3 menjelaskan Futuh Makkah menjadi sumber penyusupan kebodohan massal terhadap Nur ms Rasul yang merusak Iman, demikian :






 
Idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h


Artinya :


1.“Bila ajaran Allah (al-Qur’an ms Rasul-Nya) telah berujud menjadi satu kemenangan hidup yakni satu kemenangan patah”.

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.







 
Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinil-laahi afwaajaa


Artinya :


2. “Maka lihatlah, pembuktian al-Qur’an ms Rasul, massal manusia akan menyusup kedalam penataan hidup dari ajaran Allah (Dinul Islam) ms Rasul-Nya”.

2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,






 
Fa sabbih bi hamdi rabbikawastaghfirhu innahuu kaana tawwaabaa


Artinya :


3. “Maka dakwahlah al-Qur’an ms Rasul ini untuk menjadi penyanjung hidup menurut ajaran pembimbing anda (Muhammad SAW), yakni tuntutlah satu perubahan diri kearah satu kehidupan menurut yang demikian. Sesungguhnya Dia (Allah), dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, Pembina taubat tiada tara”.

3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.


Memenuhi doa Nabi Ibrahim maka Surat 12 Yusuf ayat 2 menegaskan bahwa al-Qur’an ms Rasul diturunkan ditengah-tengah suku bangsa Arab. Dari itu maka sikap orang-orang arab seumumnya merupakan salah satu faktor penting diantara berbagai faktor yang menentukan sejarah perkembangan ..................”.

Dengan demikian maka faktor massal manusia akan menyusup kedalam penataan hidup dari ajaran Allah (Dinul Islam) ms Rasul-Nya” pada tingkat pertama, mau tidak mau, berkaitan langsung dengan “Sikap orang-orang arab seumumnya”.

Surat 049 Al Hujurat ayat 14-18 melukiskan sikap orang-orang arab ketika itu, demikian:












Qaalatil a'raabu aamannaa qui lam tu'-minuu walaakin quuluu aslamnaa wa lammaa yadkhulil iimaanu fii quluubi-kum wa in tuthii'ullaaha wa rasuulahuu laa yalitkum min a'maalikum syai-an innallaaha ghafuurur rahiim


Artinya :

14. “Orang-orang arab (Jahiliyah) berkata : “Kami ber-Iman”, jawab = “Kalian tidak hidup berpandangan dan bersikap dengan al-Qur’an ms Rasul”. Sebaliknya katakan saja : “Kami menyerah untuk hidup dengan Islam satu-satunya penataan” dalam arti Iman belum mantap dihati kalian. Sebaliknya jikalau kalian hidup patuh dengan ajaran Allah ms Rasul-Nya niscaya Dia (Allah), dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, tidak akan mengurangi sesuatu dari hasil usaha kalian. Sesungguhnya Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah maha revolusiner lagi pemberi kepastian menurut pilihan masing-masing”.

14. Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".










 

Innamal mu'minuunal ladziina aamanuu billaahi wa rasuulihii tsumma lam yartaa-buu wa jaahaduu bi amwaalihim wa an-fusihim fii sabiilillaahi ulaa-ika humush shaadiquun


Artinya :


15. “Sebenarnya mukmin itu adalah yang hidup berpandangan dan bersikap dengan ajaran Allah ms Rasul-Nya, selanjutnya mereka tidak mengada-adakan. Dan mereka sepenuh hati berjuang mempertaruhkan segala harta benda dan diri mereka sendiri dalam menegakkan sistem hidup (Dinul Islam) dari ajaran Allah ms Rasul-Nya. Demikianlah mereka yang benar-benar ber-Iman”.

15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.









Qui a tu'allimuunallaaha bi diinikum wallaahu ya'lamu maa fis samaawaati wa maa fil ardhi wallaahu bi kulli syai-in 'aliim


Artinya :


16. Apakah kalian (yang mengada-adakan itu) mau meng-kuliahkan Allah dan Rasul-Nya tentang penataan hidup kalian ?! Padahal Allah dengan pembuktian Al-quran ms Rasul-NYA, yang men-Ilmu-i setiap apa yang diruang angkasa dan setiap apa yang dibumi ini. Dan Allah, dengan pembuktian Al-qur’an ms Rasul-NYA, adalah pemberi ilmu bagi setiap apapun.

16. Katakanlah (kepada mereka): "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."








 

Yamunnuuna 'alaika anaslamuuqul laa tamunnuu 'alayya islaamakum balillaahu yamunnu 'alaikum an hadaakum HI iimaani in kuntum shaadiqiin


Artinya :


17. “Mereka , dengan dalih menyerah diri untuk hidup dalam lingkungan penataan Islam, mempunyai cita jahat terhadap al-qur’an ms anda (Muhammad) Maka tegaskan : “ Tidak usahlah kalian dengan dalih menyerah diri untuk hidup dalam lingkungan penataan islam itu, mempunyai cita jahat terhadap al-qur’an ms Rasul-KU ( Muhammad SAW ). Sebaliknya Allah dengan al-qur’an ms Rasul-Nya mengandung cita atas kalian untuk mempedomani hidup kalian guna hidup berpandangan dan bersikap demikian, jikalaulah kalian itu benar-benar mau ber-IMAN “


17. Mereka merasa telah memberi ni`mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni`mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni`mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".







Innallaaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ardhi wallaahu bashiirum bi maa ta'maluun


Artinya :


18. “Sebenarnya Allah, seperti halnya Dia memastikan secara ilmiah semesta kehidupan angkasa dan bumi ini, begitu Dia memastikan untuk hidup sekalian manusia, yaitu Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina pandangan hidup dengan mana kalian melakukan setiap apapun”.

18. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.



Selanjutnya Surat 009 Taubah ayat 97-102 lebih memperjelas lagi maksud-maksud arab jahiliyah yang bermotip jahat terhadap al-Qur’an ms Rasul demikian:









Al a'raabu asyaddu kufraw wa nifaa-qaw wa ajdaru allaa ya'lamuu huduuda maa anzalallaahu 'alaa rasuulihii wal-laahu 'aliimun hakim


Artinya :


97. “Orang-orang arab (Jahiliyah) adalah kufur-kufur dan munafik-munafik manusia terhadap al-Qur’an ms Rasul yaitu cirri-cirinya bahwa mereka tidak memahami konsep al-Qur’an yang Allah telah menurunkan ms Rasul-NYa. Yaitu Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina kehidupan ilmi-ah lagi pembentuk kehidupan hukum tiada tanding”.

97. Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.









Wa minal a'raabi may yattakhidzu maa yunfiqu maghramaw wa yatarabbashu bikumud dawaa-ira 'alaihim daa-iratus sau-i wallaahu samii'un 'aliim


Artinya :


98. “Yaitu segolongan orang-orang arab (yang dengan dalih menyerah diri untuk hidup dalam penetaan islam), adalah yang memperlakukan apa yang mereka korbankan itu menjadi sebangsa suapan dengan mana mereka menantikan perubahan situasi yang menguntungkan mereka dan atau kehancuran terhadap kehidupan kalian atas pilihan Nur ms Rasul. Sebenarnya atas mereka yang demikian itulah giliran kehidupan jahat saling menghancurkan. Dan Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina pandangan hidup lagi pembentuk kehidupan ilmi-ah tiada tanding”.

98. Di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu; merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.












Wa minal a'raabi may yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri wa yattakhidzu maa yunfiqu qurubaatin 'indallaahi wa sha-lawaatir rasuuli alaa innahaa qurbatul


Artinya :


99. “Dan segolongan lagi orang-orang arab adalah yang hidup berpandangan dan bersikap dengan ajaran Allah (al-Qur’an) ms Rasul-Nya dengan mana yakni mencapai tujuan terakahir. Sehingga mereka memperlakukan suatu pendekatan diri kedalam satu kehidupan menurut ajaran Allah, yaitu memenuhi harapan sunnah Rasul-Nya. Ketahuilah bahwa yang demikian itu adalah satu pengorbanan untuk keperluan hidup mereka sendiri yang Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, kelak akan memasukkan mereka kedalam satu kehidupan saling kasih sayang menurut-Nya. Sesungguhnya Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina kehidupan maha revolusioner lagi pemberi kepastian hidup menurut pilihan masing-masing”.


99. Dan di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do`a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.











lahum sa yudkhiluhumullaahu fii rah-matihii innallaaha ghafuurur rahim


Artinya :


100. “Yaitu pendukung-pendukung kehidupan Nur ms Rasul dari sebagian Muhajirin dan sebagian Anshor dan yang mengikuti mereka dengan tujuan ihsan. Allah, atas pilihan Nur ms Rasul-Nya, meridlai menjadi satu kehidupan mereka yaitu mereka menyenangi satu kehidupan menurut demikian. Maka Dia (Allah), dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, menghantar ujud kehidupan mereka yang demikian ini menjadi bagaikan Taman Merindangkan Panen, yang dipermukaan dalamnya itu diairi berbagai jenis batang air yang menyuburkannya, yang abadi didalamnya itu seabadi Imannya. Yang demikian itu (al-Qur’an ms Rasul) adalah Pembina kehidupan menang lagi agung tiada tanding”.

100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.











Was saabiquunal awwaluuna minal mu-haajiriina wal anshaari wal ladziinat ta-ba'uuhum bi ihsaanir radhiyallaahu 'an-hum wa radhuu 'anhu wa a'adda lahum jannaatin tajrii tahtahal anhaaru khaa-lidiina fiihaa abadan dzaalikal fauzul 'azhiim


Artinya :


101. “Dan segolongan dari orang-orang Arab (Jahiliyah) disekeliling kalian yang hidup Nur ms Rasul adalah munafiq, yaitu bagian dari warga Madinah Munawwarah mereka tetap bersikeras atas pilihan aduk-adukan Nur dz ms syayathin yang kalian tidak mempunyai ilmu tentangnya. Tetapi Kami (Allah), dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, mengilmu-i mereka yang kelak mereka yang demikian akan Kami timpa bencana ganda. Akhirnya mereka, dengan aduk-adukan Nur dz ms sy, akan terjerumus kedalam kehidupan bencana yang tiada tanding”.


101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.










wa mim man haulakum minal a'raabi munaafiquuna wa min ahlil madiinati maraduu 'alan nifaaqi laa ta'lamuhum nahnu na'lamuhum sa nu'adzdzibuhum marrataini tsumma yuradduuna ilaa 'adzaabin 'azhiim


Artinya :


102. “Dan lain-lain sebangsanya mereka hidup bergelimang dengan berbagai kesalahan, berlaku aduk-adukan Nur dz as syayathin. Semoga Allah memberikan taubat atas mereka yang demikian. Sesungguhnya Allah, dengan pembuktian al-Qur’an as Rasul-Nya, adalah Pembina kehidupan maha revolusioner lagi pemberi kepastian hidup menurut pilihan masing-masing”.

102. Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.



Berdasar pembuktian ayat-ayat diatas maka faktor-faktor pergeseran sejarah Iman dapat dibedakan menjadi :


Nilai-Nilai Sosial Anthropologi Arab Sebagai Faktor Intern.


Adapaun nilai-nilai sosial anthropologi Arab adalah berpangkal kepada dua cabang.

Pertama Aribah (Arab asli) yaitu kelanjutan dari Baqiyah yakni hasil pembauran dari sisa-sisa bangsa “Ad dan Tsamud. Dan bagian yang telah punah dinamakan Ba-idah.

Asal usul bangsa ‘Ad dan Tsamud adalah turunan dari mereka yang Allah telah menyelamatkannya bersama Nabi Nuh.

Para ahli sejarah memperkirakan bangsa Tsamud bertempat tinggal dipadang pasir Nejd yaitu disebelah utara dan timur laut Madinah sekarang dengan kotanya yang terkenal adalah Mada-in Saleh.

Sedang bangsa ‘Ad diperkirakan bertempat tinggal dipadang pasir Rabba el Khali yang terletak disebelah selatan kota Riyadh dan sebelah timur San’a sekarang.


Selanjutnya sisa-sisa Ad dan Tsamud berbaur menjadi “Aribah”.

Dua cabang yang paling terkenal ialah Jurhum I, yang mendiami daerah Yaman, dan Jurhum II, yang disekitar tahun 2000 Sm sudah mendiami daerah Hijaz yaitu Mekkah dan sekitarnya sekarang ini.

Bahasanya terkenal dengan bahwa Arab Hisyar atau Hamir yang kira-kira sejenis dengan bahasa Hadramaut sekarang ini.


Cabang suku bangsa Jurhum I terkenal dengan kerajaan Saba’ yang rajanya bernama Bilkis yang akhirnya menyatakan Iman menurut sunnah Nabi Sulaiman.

Tetapi karena seumumnya bangsa Saba’ menyatakan kufur maka Allah menghancurkan mereka melalui penghancuran bendungan Ma’rab yang terletak disebelah timur kota San’a.


Akibatnya suku bangsa Jurhum I menjadi gentayangan dan migrasi ketempat lain. Sebagian dengan menyusur pantai laut merah menuju ke utara sampai di Yastrib (Medinah), sebagian menetap disini a.l. terkenal suku Khazraj dan A’ua.

Bagian lain terus keutara dan sampai di Syam, sekarang terkenal dengan Siria, Libanon dan Yordan, sebagian menetap dan membentuk kerajaan Banu Khasan, yang semenjak abad ke-3M sudah menganut agama Kristen.

Sebagian lagi terus berpindah ketimur dan menempati lembah Furat dan Tigris, diantaranya terkenal suku Tanukh dan Mamir, dan mendirikan kerajaan Hijrah atau Lakhmid, yang pada abad ke-4M juga sudah menjadi pendukung agama Kristen.

Mereka berpencar sampai ke Libanon selatan. Bagian lain dari bangsa Saba’ yang tetap tinggal di selatan, setelah pecah bendungan Na’rab, mereka berpencar ke timur, bertempat tinggal di Omen, Bahrin dan didaerah Nejed diantaranya terkenal suku Kindah.


Demikianlah pokok-pokok sosio-antropologi “Aribah” (bangsa arab asli) yang berpangkal kepada “apa yang telah menjadi pujaan nenek moyang (dz ms sy) yang selanjutnya mendapat kredit dari kristenisme dan najusi.

Kesemuanya ini adalah penting dan menjadi modal diri (nafsun) dalam menghadapi nilai Qur’an kelak.


Sebagian lain dari modal diri (nafsun) bangsa Arab adalah faktor dari unsure Kusta’rabah yaitu yang mendapat naturalisasi dari bangsa arab.

Istilah musta’rabah atau indi-arab berpangkal dari migrasi nabi Ibrahim bersama isteri beliau yaitu Hajar dan Sirah dari Babilonia ke Palestina dan Hijaz diperkirakan sekitar tahun 2000 SM.

Dalam migrasi ini Nabi Ibrahim bermodal “shuhuf Ula” dan berhasil menguasai Mekkah dan sekitarnya yang berpenduduk Jurhum II dan daerah Syam yang berpenduduk suku bangsa suku bangsa yang berasal dari lembah Babilonia.


Dari perkawinan Nabi Ibrahim dengan Hajar maka lahir Nabi Ismail. Akhirnya Nabi Ismail kawin dengan wanita aribah dari cabang Jurhum II.

Dan dari perkawinan ini maka lahirlah Kusta’rabah atau Indo-babilon yang mengambil klen Adnan. Dari itu maka Kusta’rabah atau Indo-Babilon dinamakan Adnaniyyun.


Pemencaran Kusta’rabah/Indo-Babilon/Indo-Arab menjadi berbagai suku keseluruh jazirah arab ialah a.l. suku Quraisy mendiami daerah Mekkah,

suku Salim mendiami Madinah dan sekitarnya, suku Hanifah mendiami Yamamah dan daerah antara Yamamah dan Bahrain, suku Tsaqif mendiami daerah Tha-if,

suku Tamim mendiami daerah Bahrain, suku asad dan hawazin mendiami daerah sebelah timur Kuffah dan barat Tima’, kebanyakan kaum khwarij dan muktazillah berasal dari suku kabi’ah, yang semenjak abad ke-4 H kebanyakan sudah menjadi pendukung kristenisme,suku Kinanah mendiami lembah Tihanah, dsb.


Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa istilah “badawi (badiyah) dan istilah “Madani” (Madaniyyun) adalah berkaitan dengan daerah tempat tinggal masing-masing, dan bukan menunjukkan kesukuan.

Semua bangsa arab, baik arab asli (aribah) maupun musta’rabah, yang bertempat tinggal didesa dinamakan orang Badawi (orang desa), sebaliknya yang ditinggal di kota dinamakan orang Madani (orang kota).


Demikianlah sosio-antropo-sentris Aribah dan Musta’rabah sebagai faktor intern yang mengakibatkan balik kembali atas sistem sosial yang telah pernah menjerat kalian, sehingga sepeninggalan Nabi Muhammad hingga abad ke-20 sekarang ini berlaku saling perang antar umat yang sama-sama mengaku ber-Iman (Iman = percaya).


Unsur Bani Israil dan Yahudi sebagai Faktor Extern



Perkawinan Nabi Ibrahim dengan Sarah, berdomisili di Palestina, melahirkan Nabi Ishaq, hasil perkawinan Nabi Ishaq dengan seorang wanita Babilon melahirkan Nabi Yakub.

Nabi Yakub melahirkan 12 anak diantaranya terkena dengan nama Israil, Yahuda, Imran dan Nabi Yusuf yang akhirnya berdomisili di Mesir.

Dari itu maka istilah Bani Israil dan Yahudi, dilihat dari sudut keturunan, adalah suku bangsa yang berumpun kepada keturunan Nabi Yakub. Suku bangsa Bani Israil dan Yahudi adalah rumpun bangsa yang lahir dan dibesarkan dalam udara Fir’aunisme di Mesir, sepeninggalan Nabi Yusuf as.


Sunnah Yusuf adalah salah satu dari kelanjutan sunnah Ibrahim yang berhasil membentuk pandangan rakyat Mesir dikala itu (± abad ke-19 SM) dengan satu ajaran as Rasul, dimana Nabi Yakub sekeluarga ikut memboyong ke Mesir.


Selanjutnya sepeninggalan Nabi Yakub dan Yusuf.
Akhirnya semenjak Fir’un dinasti Ramses II, sebagai akibat dari perang Hykos, Bani Israil, Yahudi, dsb. Digusur dan diperbudak di Mesir.

Politik, sebagai panglima kebudayaan Fir’aun, menghasilkan “Tauchid Achnatun”, sebagai hasil akulturasi proses kebudayaan Firaunisme dan Indo-Babilon-Asyria, dipihak lain sebagai bukti penyelewengan Nur ms Rasul Yusuf.


Sunnah Musa, adalah “Sunnah turunan” Nabi Yakub melalui keluarga Imran (± abad ke-12 SM), dengan tingkat persiapan dan pembinaan Iman di Mesir, yaitu masa pembebasan diri dari perbudakan Fir’aun, akhirnya Nabi Musa berhasil membebaskan Bani Israil dan Yahudi dan menatakan Iman sebagai kenyataan hidup Nur ms Rasul di Palestina.

Sepeninggalan Nabi Musa dan Nabi Harun maka muncul Musa Samiri yang melakukan aduk-adukan Taurat ms Musa sehingga pada abad ke-11 SM menjadi makanan empuk peradaban Kreta dari bangsa Filistin dengan rajanya Jalut.


Sunnah Daud dan Sulaiman, merupakan kebangkitan kembali sunnah turunan Nabi Yakub, yaitu Zabur ms Daud yang membebaskan Bani Israil dan Yahudi dari perbudakan Jalut (bangsa Filistin). Dengan kemenangan Zabur ms Daud maka Bani Israil dan Yahudi kembali berhasil menguasai permukaan bumi Kan’an yang berpusat di Palestina dipergerakan pada abad ke-10 SM, yang dilanjutkan dengan sunnah Sulaiman.

Sepeninggalan beliau terjadi lagi aduk-adukan Nur-dz ms sy yang akhirnya membikin Bani Israil dan Yahudi dihancurkan oleh bangsa Asyria (Tiglat Pelasar) dan bangsa Babilonia (Nebukadnezar) sehingga menjadi tawanan selama 100 tahun lebih di Babilonia.

Hal mana oleh Surat 017 Bani Israil ayat 2-8 dengan singkat menggambarkan demikian :









Wa aatainaa muusal kitaaba wa ja'alnaa-hu hudal li banii israa-iila allaa tatta-khidzuu min duunii wakiilaa


Artinya :


2. “Dan Kami telah datangkan kitab Taurat ms Musa, yakni Kami bikin yang demikian menjadi pedoman hidup bagi Bani Israil : “Agar kalian jangan membikin selain Taurat ms Rasul-ku ini menjadi pemberi pimpinan hidup satu-satunya”.

2. Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,







Dzurriyyata man hamalnaa ma'a nuuhin innahuu kaana 'abdan syakuuraa


Artinya :


3. “Menjadi (Bani Israil) turunan dari yang Kami telah selamatkan bersama sunnah Rasul Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh dengan sunnah Rasulnya) adalah abdi kehidupan sesyukur-syukurnya”.


3. (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.









Wa qadhainaa ilaa banii israa-iila fil kitaabi la tufsidunna fil ardhi marrataini wa la ta'lunna 'uluwwan kabiiraa


Artinya :


4. “Dan Kami, berdasar isi Taurat ms Musa, telah pastikan kepada Bani Israil : “Kalian benar-benar merusak kehidupan dipermukaan bumi ini menjadi dua muka, sehingga dengan itu kalian sungguh berlagak tinggi setinggi-tingginya lagi gede segede-gedenya”.

4. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."









Fa idzaa jaa-a wa'du uulaahumaa ba-'atsnaa 'alaikum 'ibaadal lanaa ulii ba'sin syadiidin fa jaasuu khilaalad diyaari wa kaana wa'dam maf uulaa


Artinya :


5.“Seterusnya tatkala janji (ketentuan) pertama yang dua muka itu telah tiba, “Kami bangkitkan atas kalian satu abdi kehidupan sosial yang, menurut Kami, mempunyai keganasan luar biasa”, hardik Allah kepada Bani Israil selanjutnya, “Maka mereka itu mengonarkan segala segi kehidupan berumah tangga, dan itulah ketentuan yang diperlakukannya”.

5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.









Tsumma radadnaa lakumul karrata 'alai-him wa amdadnaakum bi amwaaliw wa baniina wa ja'alnaakum aktsara nafiiraa


Artinya :


6.“Selanjutnya, “Kami kembalikan bagi kalian kemerdekaan atas mereka (yang demikian ganas itu) Kami limpahkan bagi kalian harta benda dan turunan, ialah Kami bikin kalian itu menjadi berpuak-puak demikian banyaknya”.

6. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.











In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa'tum fa lahaa fa idzaa jaa-a wa'dul aakhirati li yasuu-uu wujuuhakum wa li yadkhulul masjida kamaa dakhaluuhu awwala marratiw wa li yutabbiruu maa 'alau tatbiiraa


A
rtinya:



7. "Jikalau kalian berlaku ihsan niscaya kalian berlaku ihsan itu adalah untuk kalian sendiri, (tegas Allah kepada Bani Israil). "Sebaliknya, jika kalian bertujuan jahat dengan pilihan aduk-adukan Nur-dzulumat ms syayathin apapun maka begitulah pula", hingga tatkala ketentuan terakhir telah tiba, "Supaya mereka (yang demikian ganas itu) mengonarkan pandangan hidup kalian, yakni agar mereka itu menggusur masjid satu pembinaan Iman sebenarnya menjadi gereja (tempat pemujaan Iman percaya)", seperti halnya mereka itu menggusur pada kali pertama, "Agar mereka itu menghacurkan (aduk-adukan Nur-dz ms sy apapun) yang kalian berlagak tinggi itu menjadi sehancur-hancurnya".


7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.


 
  










'Asaa rabbukum ay yarhamakum wa in 'uttum 'udnaa wa ja'alnaa jahannama lil kaafiriina hashiiraa.

A
rtinya :

8. "Kiranya pembimbing kalian, dengan Nur ms Rasul-Nya, akan mengurniakan kalian satu kehidupan saling kasih sayang menurut sunah Rasul-Nya (tandas Allah dengan dakwah al-Qur'an ms Rasul-Nya kepada Bani Israil) "Tetapi jika kalian kembali aduk-adukan Nur dz ms sy apapun niscaya kami menimpa kalian". Yakni Kami bikin jahannam bagi yang dengan pilihan dz ms sy apapun bersikap negative terhadap pembuktian Ilmiah al-qur'an ms rasul kami ini menjadi semacam penjara".


8. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat (Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.


Sepeninggalan Nabi Daud dan nabi Sulaiman, Bani Israil dan Yahudi, pecah belah, wilayah utara menjadi Yudea dan didominir oleh Yahudi , bagian selatan menjadi Israilia dan didominir oleh Bani Israil.


Raja Asyria, Sargon II, dalam tahun 722 SM menaklukan wilayah Israilia, Bani Israil ditawan dan diangkut ke Babilon.


Akhirnya setelah bangsa Asyria ditaklukan oleh bangsa Babilon maka Bani Israil bagaikan piala bergilir pindah tangan menjadi tawanan bangsa Babilonia, maka Nebukadnezar menaklukan Yudea dalam tahun 597 SM dan Yahudi di tawan dan diangkut ke Babilon pula.


Dari pembuktian surat Bani Israil ayat 2 - 8 diatas, terutama ayat 7, membuktikan bahwa "hidup aduk-adukan nur dz ms sy adalah makanan empuk dari kekuatan dz ms sy, sebaliknya dzulumat ms sy hanyalah bayangan yang berhadapan dengan kenyataan Nur ms Rasul".


Dari itu maka Taabuut yang berisi ketentuan-ketentuan dari sisa-sisa peninggalan sunnah Musa dan Harun yang hampir semodel dengan ajaran fikih, tauhid, akhlaq dan tasauf, tidak mungkin menang terhadap Jalut, hanya Zabur ms Daud-lah yang mampu mengalahkan Jalut.


Setelah wilayah Israil dicaplok oleh Sargon II, demi kepentingan politik dan guna menyesuaikan diri dengan penguasa yang sekufur-kufurnya, maka raja Josiah dari Yudea mereformasikan "Sisa-sisa peninggalan nabi Musa dan Harun", terdiri dari dokumen J (Jenoyah) dam dokumen E (Elohim), menjadi satu dokumen D (lima kitab yang memberi hukum = Pautateuh), yaitu lima kitab bagian permulaan, menjadi satu kitab suci yang terkenal kitab perjanjian lama.


Pada tahun 560 SM bangsa Babilonia dikalahkan oleh bangsa Persia lama dibawah pimpinan raja Cyrus yang dilanjutkan oleh Cambyses, Bani Israil dan Yahudi dibebaskan dari tawanan di Babilonia dan diperbolehkan pulang untuk membangun kembali Palestina.


Sebagai hasil studi selama 100 tahun lebih di Babilonia surat al Baqarah ayat 102 menjelaskan demikian :

 

 

 

 

 

 


 


Wat taba'uu maa tatlusy syayaathiinu 'alaa mulki sulaimaana wa maa kafara sulaimaanu walaakinnasy syayaathiina kafaruu yu'allimuunan naasas sihra wa maa unzila 'alal malakaini bi baabila haaruta wa maaruuta wa maa yu'allimaani min ahadin hatta yaquulaa innamaa nahnu fitnatun fa laa takfur fa yata'allamuuna minhumaa maayufarriquuna bihii bainal mar-i wa zaujuhii wa maa hum bi idznillahi wa yata'allamuuna maa yadhuruhum wa laa yanfa'uhum wa laqad 'alimuu la manisy taraahu maa lahuu fil aakhirati min khalaaqiw wa la bi'sa maa syarau bihii anfusahum lau kaanuu ya'lamuun.

A
rtinya :


102. "yakni mereka mengikuti motivasi studi syayathin (yang menumpang tindihkan Nur dz) atas kekuasaan sunah Sulaiman ( yang bernilai Nur dan dz dari Zabur ms Daud). Bukanlah sunnah Sulaiman yang merusak kehidupan tetapi sunnah Syayathinlah yang merusak kehidupan, mereka mengajar manusia satu sulap aduk – adukan Nur – Dz ms sy, yaitu apa yang telah diturunkan atas hasil karya pujangga Babilon berupa Harut dan Marut, keduanya tidak mengajar seseorang hingga memberikan satu komentar : "Sebenarnya kita ini adalah pendukung ajaran yang tidak berujung tidak berpangkal (fitnah). Maka kalian jangan mengengkarinya !". Selanjutnya dari keduanya itulah mereka mempelajari apa yang dengannya mereka memecah belah kehidupan sesama manusia dan setiap kesatuan hidupnya. Yaitu dengan mana mereka bukanlah yang memelaratkan seseorang kecuali dengan perkenan Allah menurut pembuktian sunnah Rasul-Nya. Yakni mereka mempelajari apa yang memelaratkan hidupnya, yaitu yang tidak dapat mengantarkan hidupnya mencapai satu tujuan terakhir. Padahal sungguh mereka sudah mengetahui, siapa sebenarnya yang membongkar pasang ajaran Allah ms Rasul-Nya menjadi rongsokan aduk-adukan Nur dz ms sy, bagi yang demikian bukanlah perancang kehidupan yang bisa mencapai satu tujuan terakhir. Maka sungguh sejahat-jahat sesuatu adalah dirinya yang cenderung membongkar pasang pembuktian-pembuktian Allah ms Rasul-Nya (menjadi rongsokan aduk-adukan Nur dz ms sy), andaikata mereka memiliki ilmu yang demikian bernilai agung".


102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Bani Israil dan Yahudi yang pulang kembali ke Palestina dibawah pimpinan Ezra dan Nehemiah adalah golongan yang fanatik membabi buta ingin membangun satu masyarakat Yahudi secara konsekuen menurut kitab Perjanjian Lama.


Dari golongan inilah kelak lahir gerakan Zionisme, yaitu gerakan yang fanatik dan ingin membangun satu masyarakat Yahudi menurut wahyu yang diterima di bukit Zion.


Untuk itulah Ezra dan Nehemiah melakukan satu fusi atau unifikasi terakhir (tahun 444 SM) dengan menambahkan dokumen P (kumpulan catatan yang dibuat dan bersudut subyektif pendeta) kedalam dokumen D ( Deutoronomy / Peutateuh) menjadi 5 kitab bagian pertama Perjanjian Lama (kitab kejadian, kitab keluaran, kitab Imamat orang lewi, kitab ulangan, dan kitab bilangan) yang dipopulerkan sebagai buah tangan nabi Musa sendiri.


Sebaliknya Bani Israil dan Yahudi yang sudah mengenyam alam pikiran Yunani, mereka menganggap bahwa Kitab Perjanjian Lama harus di tafsirkan memenuhi kepentingan masyarakat yang sudah berubah, hasilnya lahirlah Ilmu Pengetahuan Barat yang Naturalisme dan Idealisme.


Perguruan-perguruan tinggi seperti Sarbone, Oxford, Havard, dsb adalah kelanjutan dari Talamudisme.

Golongan Bani Israil dan Yahudi yang demikian tidak mau pulang ke Palestina dan menyelinap didalam berbagai bangsa sehingga mewarnai kebudayaan dan kehidupan bangsa-bangsa di dunia ini.


Dari itu maka mereka disebut Diaspora, semakna dengan Hoakiauu / Cina perantauan, mereka kelak menjadi Amerika Serikat, British, Jerman, Perancis, Belanda, Belgi, Spanyol, Portugis, Swiss, Rusia, Polandia, Norwegia, Yugoslavia, Bulgaria, dsb.


Fusi / Unifikasi terakhir dibawah pimpinan Ezra dan Nehemiah sepulangnya dari Babilonia, menjadi kitab Perjanjian Lama adalah merupakan aduk-adukan dari unsur-unsur Fir'unisme, Asyria, Namruz-isme dari Babilonia.

Sebaliknya Diaspora adalah maling Ilmu Allah bermerk palsu alam pikiran Yunani.


Munculnya Yunani dalam abad ke-5 SM, yang berasal dari suku bangsa Arya yang menyerbu ke pulau-pulau diteluk Aegen pada zaman nabi Musa menghijrahkan Bani Israil dari Mesir pulang ke Palestina, adalah pengaruh dari kebangkitan Taurat ms Musa dan Zabur ms Daud.

Jadi alam pikiran Yunani yang terdiri dari Naturalisme adalah hasil penyelewengan Nur ms Rasul (Taurat ms Musa dan Zabur ms Daud) menjadi aduk-adukan Nur dz ms sy.

Yahudi dan Bani Israil adalah mahluk Allah yang dikuruniai kemampuan lebih hebat dibanding dengan yang lainnya oleh karena Allah terus menerus menurunkan Ilmu ms Rasul-Nya didalam pangkuan mereka selama 2000 tahun.


Dan seiring dengan itu mereka juga mendapat kehormatan menjadi piala bergilir dalam Musabaqah atau pertandingan politik antara kebudayaan / peradaban sungai Nil dan sungai el-Furat dan Tigris, Yahudi dalam perjalanan sejarah menjadi pemegang pos pemindahan kebudayaan dari dan atau untuk bangsa-bangsa dipanggung peradaban.

Mereka bekerja dengan dua Idea yang bukan saja telah menyelamatkan diri dari kemusnahan kebangsaannya tetapi adalah terus menerus mempengaruhi dunia barat sekarang ini.


Idea Pertama adalah pengundang-undangan sebagian dari kitab sucinya, sehingga menghadiahkan kepada dunia kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Idea yang kedua ialah penyelubungan idea-idea yang berbau Yahudi untuk diexport, ini telah memberikan kepada dunia pertama-tama agama kristen, selanjutnya Islamisme.


Demikianlah strategi dan taktik sosio anthropologi atau anthroposentris Yahudi dan Bani Israil yang dikatakan oleh Max I Dimont dalam bukunya The Indestructible Jews memiliki tiga tahap perjalanan yakni tahap I sejak nabi Ibrahim s.d. nabi Isa, 2000 tahun pertama pertama dimana Bani Israil dan Yahudi berpencar kesepenjuru dunia bagaikan bola-bola api,


tahapan II sejak nabi Isa s /d Ben Gurion (perdana menteri I Israil – 1948) sebagai 2000 tahun kedua dimana Bani Israil dan Yahudi berhasil menghimpun kekuatannya menjadi satu kekuatan dunia dan terakhir

tahapan III dari Ben Gurion s / d. masa yang akan datang, Yahudi akan menyelesaikan tugas akhirnya yaitu menjadi pemimpin umat manusia dipermukaan bumi ini.

Naturalisme Yunani dengan Makro Atomisme nya melahirkan Imperium Romawi yang imperalisme dan kapitalistis dengan gagasan dasarnya individualisme yang mengujud menjadi filsafat liberalisme.

Mikro Atomisme yang menjadi landasan filsafat kolektivisme dan melalui Alexander The Great (abad ke-3 SM) menghadiahkan kolektivisme untuk tumbuhnya Persia Baru yang kolektiv-imperialis sebagai Blok Timur yang berhadapan dengan Imperium Romawi sebagai Blok Barat.


Sepeninggalan Alexander The Great Imperium Greek pecah belah menjadi dibawah kekuasaan masing-masing jenderalnya.


Mesir dan seluruh daerah Palestina dikuasai oleh Jenderal Ptolomeus, Persia sampai dengan daerah-daerah sekitar Furai dan Tigris dikuasai oleh Jenderal Sulucus dan daerah Yunani dikuasai oleh Jenderal Antigonus.


Bani Israil dan Yahudi berpecah belah dan saling pinjam tangan jenderal-jenderal Alexander The Great untuk menghancurkan musuh sesamanya.


Malah ada yang meminjam jenderal Pompeye dari Romawi sehingga semenjak tahun 67 SM seluruh wilayah Israil dan Yudea jatuh ketangan imperius Romawi.

Dikala itu setiap manusia dihadapkan kepada pilihan antara Individualisme....kolektivisme Persia (Blok Timur) dengan kenyataan bahwa keduanya adalah sama-sama penjajah yang membikin massal manusia menjadi miskin papa.


Dimana aduk-adukan Nur dz ms sy adalah bukan obat kecuali hanya semacam obat penenang belaka.

Maka dalam suasana yang demikian nabi Isa as, dengan dakwah Injil ms Rasul mengajukan alternatif Kaljasadi berdasar iman pandangan dan sikap hidup.

Akhirnya Injil ms Isa memenangkan kehidupan, dibuktikan dengan hancurnya Imperius Romawi dibawah pimpinan Raja Nero dan Imperium Greek dibawah pimpinan jenderal-jenderal Alexander The Great.

Bani Israil dan Yahudi membuktikan kebenaran surat 036 yaasiin ayat 14,
  

 

 

 
Idz arsalnaa ilaihimuts naini fa kadz-dzabuuhumaa fa 'azzaznaa bi tsaalitsin fa qaaluu innaa ilaikum mursaluun.

A
rtinya :

14. "Setiap kali para Rasul tampil membawa misi sidua satu ( Nur dan dz ms Rasul) maka setiap kali pula mereka melancarkannya menjadi model ketiga ( aduk-adukan Nur-dz ms syayathin).

14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".


Demikian pula terhadap Injil ms Isa, maka dibawah bayonet imperium Romawi sebagai tukang pukul alam pikiran Yunani yang bertujuan imperalisme, Yahudi dibawah pimpinan rabbi Yochanan dan Zakkai, sepeninggalan nabi Isa mengaduk-adukan Injil ms Isa dan puntung-puntung Majusi, Romawi dari alam pikiran Yunani menjadi kitab Perjanjian Lama ( Old testament) atas hak cipta anak Maryam, anak Allah, dan buku tersebut dapat kita baca sekarang dalam bahasa Indonesia dengan judul Al kitab.


Pada mulanya semua orang kristen adalah Yahudi, dan agama kristen sebagai satu sekte Yahudi agak berbeda dengan kebanyakan sekte yang lain.


Perpecahan antara orang Yahudi dan orang kristen terjadi setelah agama kristen menjalar kepada orang-orang yang bukan Yahudi dan menjadi agama dunia.


Pekerjaan ini adalah satu karya seorang Yahudi yang lain lagi, pembangun yang nyata dari gereja kristen, namanya adalah Saul of Tarsus atau Paul.


Dia telah membikin tentang Yesus seperti Talmud telah membikin terhadap Taurat ms Musa, satu penafsiran sendiri dari satu pedoman hidup.


Paul menggusur pengikut-pengikut Injil ms nabi Isa yang lemah imannya dan mentranformasikan mereka kedalam satu gereja yang bersifat militan.


Akhirnya agama kristen menjadi satu gerakan Internasional yang diperhitungkan oleh kerajaan Romawi.


Dogma kristen menjadi satu teologi ( sebangsa tauhid) yang dipengaruhi oleh tulisan-tulisan filsuf Yahudi yang bernama Philo yang mensintesekan Old testamen dengan karya-karya Plato.

Untuk melanjutkan missi Yahudi maka pada akhir abad pertama Rabbi Yoshuman dan zakkai mendirikan Yoshiva yang pertama yaitu akademi pelajaran Yahudi di kota Jabneh, sebelah utara kota Yerussalem.

Alam pikiran Yunani adalah landasan hidup Imperium Romawi.

Mengaduk-adukan alam pikiran Yunani menjadi rujak agama Yahudi berarti merusak imperium Romawi.


Dari itu maka Titus terpaksa mengerahkan 80.000 tentara untuk mengepung Yahudi di Yerussalem yang dipertahankan oleh tidak lebih dari 23.400 tentara Yahudi.


Akhirnya Yerussalem dihancurkan dan Yahudi kembali bergentayangan.


Orang-orang Arab adalah penghuni padang pasir, orang-orang Quraisy bertempat tinggal disepanjang daerah tepi pantai, dimana mereka membangun perkampungan dagang pada ujung route perjalanan kafilah.


Kemarilah orang-orang badawi datang untuk membeli barang-barang mewah, merampok dengan kafilah onta, guna menutupi kebutuhan hidup.


Tetapi setelah kedatangan Yahudi maka perdagangan dan industri mulai ramai, kota demi kota berkembang, dan seni pun tumbuh subur.


Mengalirnya Yahudi ke jazirah Arab mulai setelah tahun 70 M hingga abad ke-5 dan ke-6 M.

Dengan perasaan terima kasih atas perlindungan yang telah diberikan kepada mereka, Yahudi menggabungkan diri dengan Arab dalam mengalahkan penyerbuan-penyerbuan tentara kristen.

Sungguhpun agama kristen tidak diperkenankan masuk tapi faham Yahudi masuk merayap, bukan dengan pedang melainkan dengan percontohan dari tingkah laku orang Yahudi, orang - orang Arab menyebut orang Yahudi "ahli kitab", Yahudi dan Arab hidup berdampingan secara damai.

Semenjak penghancuran Yerussalem sepenjuru bagian arab utara sudah masuk kristen berarti sudah berorientasi old testamen versi Yunani.

Demikian pula sepenjuru timur laut Arab sudah berorientasi old testatement versi Yunani.

Mesir sebagai salah satu provinsi Romawi juga sudah berorientasi old testamen, ditambah lagi dengan instruksi Heraklo pada permulaan abad ke-6 M kepada Najasi untuk mengkristenkan Arab dan menggiring Arab untuk menjadi ondel-ondel Romawi ( blok barat), hasilnya sepenjuru pantai barat Arab dan Yaman ( bagian selatan Arab) sudah berorientasi old testamen versi Yunani.

Sedang Yahudi sendiri menyerbu ketengah jantung dan menjaring sepenjuru kehidupan Arab jahiliyah, berarti sepenjuru Arab jahiliyah sudah berorientasi old testamen versi Yahudi.

Golongan intelektual hingga abad ke-6 M menjelang nabi Muhammad tampil dengan missi al-Qur'an ms Rasul, mereka sudah menjadi Ashabul Kahfi Plato, yang memperoleh Ilmu Teori Gua Plato.

Dengan demikian maka golongan intelektual Arab jahiliyah yang sudah berorientasi old testamen versi Yahudi adalah divisi kelima atau pangkalan asing Yahudi untuk membom dari dalam al-Qur'an ms Rasul hingga menjadi aduk-adukan Nur dz ms sy.

Dengan demikian maka al-Qur'an ms Rasul belum turun tetapi artinya / tafsirnya sudah lebih dulu dibuat dan diajarkan oleh Yahudi kepada orang-orang Arab.

Demikianlah, maka pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 tahun gajah ( 610 M) turunlah wahyu yang pertama kepada Muhammad sekaligus pengangkatan Muhammad menjadi Rasulullah, seperti dibuktikan pada Surat 096 Al 'Alaq ayat 1 – 5 :
 

 

 


Iqra' bismi rabbikal ladzii khalaq.



Artinya :


1. "Nyatakan diri kamu atas nama Allah" menurut ajaran Ilmu-Nya, pembimbing kehidupan kamu, Dia Allah yang telah menciptakan segala".

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

  

 



Khalaqal insaana min 'alaq.



Artinya :


2. "Dia, Allah yang telah mencipta manusia dari segumpal sel-sel darah dalam proses paduan dua sperma".

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

 

 

 

Iqra' wa rabbukal akram.



Artinya :

 
3."Nyatakan diri kamu, yakni menurut ajaran pembimbing kamu yang memiliki nilai-nilai kehidupan mulia".

3.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

 

 
   



Alladzii 'allama bil qalam.



Artinya :

 
4."Dia, Allah yang telah mengajarkan satu ilmu untuk dibukukan kedalam satu kitab yakni al-qur'an ms rasul-Nya".

4.Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
 

 





'Allamal insaana maa lam ya'lam.



Artinya :

 
5."Yang mengajarkan manusia tentang segala sesuatu yang tidak pernah diketahuinya".

5.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
 
Begitulah seterusnya, Allah terus menerus menurunkan al-qur'an ms rasul-Nya sehingga, setelah k.l. 23 tahun, al-qur'an ms rasul menjadi lengkap seperti yang kita saksikan sekarang ini.


Missi al-qur'an ms rasul bagaikan bulan purnama membelah pandangan hidup kedalam sudut yang membadar pandangan terang benderang ( segitiga ABC) dan sudut gelap yang menenggelamkan diri kedalam pandangan bayangan ( segitiga BED dan atau segitiga FDC yang ditumpang tindih diatas BDC).


Sebaliknya Romawi ( blok barat) lawan Persia baru (blok timur) hanyalah keledai komidi Yahudi yang berjingkrak-jingkrak dimalam gulita. Satu kesatuan konstitusional tetapi hatinya pecah belah.

Al-qur'an menggambarkan pertarungan kebudayaan abad ke-7 M pada surat 030. Ar Ruum ayat 3 – 4 demikian :
 


 

 
Fii adnal ardhi wa hum mim ba'di ghala-bihim sa yaghlibuun.


Artinya :

 
3. "Yaitu mereka tidak mampu mempertahankan dominasinya atas permukaan bumi ini, tapi setelah itu mereka akan memperoleh kemenangan lagi".

3.di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,

  

 



Fii bidh'i siniina lillaahil amru min qablu wa mim ba'du wa yauma-idziy yafrahul mu'minuun.


Artinya :


4."Dalam waktu beberapa tahun lagi, begitulah kepastian Ilmu Allah dari sebelum dan sesudah nabi Muhammad SAW, ialah peredaran hidup kedalam satu kesudahan terakhir yang akan memenangkan orang-orang yang hidup dengan Nur yakni al-qur'an ms rasul".

4.dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
 
Pesta kemenangan al-qur'an ms rasul selesai sudah pada tahun 632 M.

Munculnya al-qur'an ms rasul mengakibatkan hancurnya dzulumat ms syayathin Romawi ( blok barat ) dan sunnah syayathin Persia Baru ( blok timur).


Nabi Muhammad adalah Dzulqarnain yaitu Penguasa dua kurun seperti ditegaskan didalam salah satu hadisnya.


Nabi Muhammad dan khulafaur rasyidin serta orang-orang yang benar-benar ber-iman, sudah pergi meninggalkan dunia dan meninggalkan warisan Iman ialah "Pandangan dan sikap hidup", sedang selera masa dikala itu sudah berubah maka kearah rangsangan Yahudi.


Berbagai pertentangan (polarisasi internal) mulai muncul kepermukaan saling kejar-mengejar dalam rangka memenuhi rangsangan Yahudi yang sudah lama terpendam oleh tegaknya Nur ms Rasul.


Muncullah Muawiyah yang diperkuat oleh Marwan bin Hakam dan Amr bin Ash memanfaatkan issue terbunuhnya Usman menjadi sentimen politik guna mengiring Bani Umayah kearah memenuhi tujuan pribadinya berhadapan dengan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah resmi yang di bai'at oleh umat islam dikala itu.

Pertentangan meningkat menjadi pertumpahan darah, dalam satu kesempatan perundingan dengan liciknya Amr bin Ash memperdaya Abu Musa al-as'ari dengan akibat terpecah belahnya kekuatan pendukung Ali sebagian memisahkan diri dan menamakan dirinya golongan Khawarij yang kelak melakukan satu rencana jahat membunuh Ali, Muawiyah dan sekaligus Amr bin Ash.

Ali dibunuh oleh kaum Khawarij sementara Muawiyah dan Amr lolos dari usaha pembunuhan sehingga kekuasaan mereka semakin tidak terhalangi lagi.


Dipihak lain golongan Khawarij terus menerus melakukan berbagai propokasi politik a.l. memojokkan Muawiyah dengan pernyataan bahwa Muawiyah sudah tidak lagi ber-iman karena gerak hidupnya sudah tidak lagi mencerminkan perujudan al-qur'an ms rasul.


Dalam menghadapi propokasi ini Muawiyah secara sembunyi-sembunyi mendirikan partai Murji'ah yang kemudian mengeluarkan fatwa bahwa persoalan iman adalah persoalan hati , manusia tidak bisa mengetahui iman seseorang kecuali nanti di akhirat, inilah pertama kalinya iman = pandangan dan sikap hidup di geser secara formal menjadi iman = percaya.


Melalui mimbar dynasti Umayah, yang dilanjutkan oleh dynasti Abbasiyah, Saljuqiyah, dsb.


Akhirnya iman ialah percaya berterbangan dan menerjang sepenjuru dunia, ibarat badai padang pasir yang mengaruskan pasir yang mengamuk dan mendelta budaya selama 10 abad lamanya dan kemudian menjadi lantai dari pesta pora Naturalisme blok barat dan blok timur semenjak bangkitnya Eropa modern.


Dalam rangka mempertahankan diri mereka, Yahudi didalam perkampungan-perkampungan Yahudi di Eropa menghasilkan pemikir-pemikiran agung guna dipersembahkan bagi kemanusiaan dalam satu persaudaraan manusia menurutnya.


Pemindahan ilmu pengetahuan Yunani dan humanisme ke Eropa dilakukan oleh Yahudi sejak abad ke-8 sd abad ke-14, sehingga kepala pemerintahan Eropa yang sudah terpengaruh oleh Yahudi mengundang cendekiawan - cendekiawan Yahudi untuk menterjemahkan berbagai literatur yang berbahasa Yunani, Arab dan Yahudi kedalam bahasa latin.


Orang-orang Yahudi menjadi ahli-ahli yang paling terkemuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan sehingga tidak kurang 12 % hadiah nobel ( dalam bidang kimia, fisika, kedokteran, dll) jatuh ketangan Yahudi.


Perang dunia I sebagai salah satu pentas dunia hasil rancangan Yahudi berhasil membagi peta dunia menjadi blok Helenisme dan blok Sarasinisme, dimana blok Helenisme menjadi negara-negara imperialis dan blok Sarasinisme menjadi negara-negara koloninya.


Perang dunia II, adalah pentas yang lain yang secara kongkrit hasilnya adalah diproklamasikannya negara Israel sebagai pusat kekuatan Yahudi di dunia pada tahun 1948.


Sisi yang lain membagi dunia menjadi calon blok barat dan calon blok timur yang pada tingkat sekarang ini sudah semakin memperlihatkan hasilnya bagi tegaknya blok barat dan blok timur sebagai dua tanduk Yahudi yang akan di dayagunakan untuk melacak dan sekaligus menghancurkan bibit-bibit tegaknya al-qur'an ms rasul Muhammad kurun kedua kelak.


Akhirnya perlu ditegaskan bahwa, sepertihalnya kegagalan Yahudi pada abad ke-7 terhadap tegaknya al-qur'an ms rasul kurun pertama, maka pada abad ke-21 kelak akan berulang menjadi kegagalan yang sama terhadap tegaknya al-qur'an ms rasul kurun kedua.


Sepertihalnya pertarungan saling menghancurkan antara blok timur dan blok barat pada abad ke-7 maka akan berulang pula pertarungan yang saling menghancurkan antara blok barat abad ke-20 lawan blok timur abad ke-20 sebagai klimaks dari permainan Yahudi dengan individualisme dan kolektivisme yang tidak lagi dapat dipercaya oleh umat manusia dapat mengantar dunia kedalam satu perdamaian yang dijanjikan.


Demikian pula berbagai nasionalisme yang menjanjikan kesejahteraan hidup bagi warganya, tidak dapat lagi mengulur waktu untuk mengujudkan janjinya, karena pada akhir ke-20 ini akan terjadi satu perang peradaban yang akan memusnahkan semua filsafat hidup aduk-adukan Nur dz dan atau penyelewengan dzulumat ms syayathin seperti ditegaskan oleh surat 021 al-anbiya ayat 96 dan 97 demikian :


 
 

Hattaaidzaa futihat ya'juuju wa ma'-juuju wa hum min kulli hadabiy yansi-luun.


Artinya :

 
96. "Sehingga apabila Ya-juj dan Ma-juj 1) sudah dikalahkan maka mereka, dari setiap satuan, akan rontok bagaikan bulu gugur dari kulitnya".

96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
 

 

 

 
Waq tarabal wa'dul haqqu fa idzaa hiya syaakhishatun abshaarul ladziina kafaruu yaawailanaa qad kunnaa fii ghaflatim min haadzaa bal kunnaa zhaalimiin.


Artinya :


97. "Dan janji pasti hidup obyektif ilmiah dengan al-qur'an ms rasul (kurun kedua) telah dekat. Maka tiba-tiba yang demikian itu menjadi pembelalakan penglihatan mereka yang berlaku negatif terhadap al- quran ms rasul ( sehingga mereka melemparkan pengakuannya) ; "Aduhai celaka kita! Sungguh kita adalah dalam kelengahan dari yang demikian ini. Bahkan kita adalah yang berlaku dz ms syayathin".

97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): "Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim".
 
1). Istilah Ya-juj ialah Zionisasi Injil ms Isa menjadi old dan naw testamen yang versi Hebrew, selanjutnya menjadi zionisasi al-qur'an ms rasul Muhammad menjadi serasin aduk-adukan Nur dz ms sy atau pola Zionisme. Dan istilah Ma-juj ialah Yunanisasi Injil ms Isa menjadi od dan new testamen versi Yunani atau Idealisme Helenisasi,.....Selanjutnya secara operasional berujud menjadi blok barat lawan blok timur yang ditingkahi oleh berbagai nasionalisme.Kesemuanya merupakan ujud peradaban ciptaan Yahudi yang akan menghadapi kehancurannya / kebangkrutannya seiring tegaknya Nur ms rasul kurun kedua pada abad ke-21 kelak.

Demikianlah kita petik berbagai pembuktian sejarah sebagai total cara perbuatan manusia yang terus menerus dan sambung menyambung diatas prinsip yang sama oleh muka yang berlain-lainan dan dalam muka yang berbeda-beda dipermukaan bumi ini.

Pergeseran sejarah mengantar kita kearah satu pengertian bahwa peradaban abad ke-20 adalah peradaban Iblis yang didutai oleh Yahudi yang sebenarnya lagi akan musnah dalam rangka membuka ruang abad ke-21 sebagai abad al- qur'an ms rasul kurun kedua.

Akibat permainan Yahudi yang memendam dengki terhadap ajaran Allah ms rasul dan terus menerus berupaya untuk mematikan Nur ms rasul, mengakibatkan massal manusia terjerumus kedalam tingkat kesadaran berpikir yang sangat rendah sehingga tidak lagi menyadari nilai-nilai al-qur'an ms rasul yang demikian agung sebagai Hudan Lil Muttaqin.

Oleh karena itu pengantar studi al-qur'an ms rasul adalah salah satu upaya untuk menyadarkan umat manusia seumumnya dan bangsa Indonesia Pada khususnya dalam rangka menghadapi perang peradaban yang akan menghancurkan peradaban ciptaan Yahudi guna menyediakan ruang bagi tegaknya Nur ms rasul kurun kedua.

Terlebih bagi setiap pribadi, dalam hubungan bahwa usia manusia ini terlalu singkat ('ibarat seorang perantau yang berteduh dibawah sebuah pohon dalam perjalanannya.."-hadits) maka pengantar studi al-qur'an ms rasul ini merupakan satu kajian dalam rangka Quu A'nfusakum Wa Ahlikum Nara kearah mencapai husnul khatimah sebagai sangkutan dari hasanah di dunia yang kelak akan dibangkit menjadi hasanah di akhirat.

Akhirnya, sebagai satu kajian ilmiah silahkan masing-masing pribadi melakukan satu penelaahan ilmiah terhadap materi yang teruji ini guna memperoleh satu kesimpulan.

Berdasar mana akan ditentukan apakah pengkajian ini akan dilanjutkan dengan Bab selanjutnya yaitu Bab II. Pokok-pokok mencapai iman, ataukah akan disudahi sampai dengan Bab I ini saja.